Bos: Nanti itu Citibank mau tambah mesin lagi.
Budak Indonesia: Berapa banyak?
Bos: Satu building loh!
Budak Indonesia: Wuish?!
Budak Kelantan: Setiap tingkat lagutu.
Bos: Itu dia punya Singapore bos, mau kasi masuk satu building.
Hanief: Wah...
Bos: Kasi sign contract. Mesin pun masuk.
Hanief: How's Singapore now ah bos? Okay already?
Bos: You don't have to ask one.
Bos: They are not like us.
Bos: Our country talk a lot. Politic a lot.
Bos: To talk and walk the talk are two different kind of things.
Bos: They work hard. Like me I work hard also.
Bos: You see, people are not interested in your problems.
Bos: People want only the best. Whatever problem you have, take it with you.
Bos: Everybody has their own problems. Job is job.
Bos: Singapore went up first, then followed by Japan.
Bos: Asia is gaining now. You see now US is taking loan from China, Japan dan Taiwan.
Bos: Taiwan pun bagi Amerika duit pinjam loh!
Budak Kelantan: Taiwang?
Bos: Ya, you ingat apa? Taiwan sana dia jual itu wafer chip, satu dunia punya.
Hanief: Ya, IT punya barang.
Hanief: Dulu kabel putus pun dekat Taiwan juga.
Bos: Ya mah.
Bos: Suka tak suka, dalam Asia semua orang mesti dengar cakap itu Lee Kuan Yew.
Hanief: Really ah?
Bos: Ya!
Bos: All the investors tanya mana mau bikin itu kilang mesti mau panggil Lee Kuan Yew minta pendapat. Itu China pun ada panggil Lee Kuan Yew. Very powerful loh dia!
Bos: You tengok semua kilang sekarang labur di Thailand.
Bos: Tengok Nestle, dulu Malaysia. Sekarang Thailand.
Bos: Tengok Wall's aiskrim, dulu Malaysia. Sekarang Thailand. Indonesia pun ada.
Budak Indonesia: Iya?
Bos: Itu Toyota, dulu sikit lagi mau bikin kilang yang terbesar punya di Asia. Dia mau bikin di Malaysia. Tapi lepas itu bincang-bincang last minute, government campur-campur. Cancel.
Bos: Thailand panggil Toyota. Kilang pun dibuat di sana. Honda pun ada sana. Banyak lagi. Itu kilang yang bikin sport rim Proton.
Hanief: Aha?!
Bos: Pun pergi Thailand.
Budak Kelantan: Tapi negara dia bergolakkan? Kucar-kacar dok?
Bos: Mana ada. Itu bawah sana saja. Sempadan itu. Atas semua OK.
Bos: You tau dulu ada satu budak dari Sekinchan bikin itu thumbdrive panggil Pendrive.
Bos: Dia sekolah banyak pandai. Tapi tak ada wang punya pasal. Dia minta sama kerajaan. Tapi tak dapat.
Bos: Lepas itu dia pergi Taiwan. Terus jadi expert. Itu kerajaan panggil dia balik. Dia senyum saja. Dia ada pulang Malaysia derma RM500,000.00 sama dia punya sekolah Cina.
Hanief: Wah...
Bos: You bayangkan, dia umur 30 lebih saja.
Budak Kelantan: Banyak rugilah Malaysia ini macam.
Bos: Itu dulu ada seorang India pun pandai juga. Mau buka kilang di Malaysia. Tapi itu kerajaan suruh dia pergi sana. Lepas itu sana punya orang suruh pergi sini. Lama-lama dia cakap, "Stop!". Thailand sponsor dia. Kilang pun buka sana.
Bos: Kita semua ah, tak boleh lari loh dari itu graf, turun naik punya barang. Mesti ada bagitau sesuatu punya.
Bos: Ini dulu kilang Western Digital dekat sama kita ini, sikit lagi mau tutup loh. Mau pindah Thailand sudah. Tapi tak tau apahal dia masih dekat sini.
Hanief: Ramai orang kerja kilang. Kalau kilang semua lari, gaji pun tak keluar lagi.
Bos: Mesti. Malaysia kena hati-hati, kalau tidak kita semua banyak susah loh.
Bos: Woh. Masa sudah sampai. OK, jom mari kira.
Budak Indonesia: Berapa banyak?
Bos: Satu building loh!
Budak Indonesia: Wuish?!
Budak Kelantan: Setiap tingkat lagutu.
Bos: Itu dia punya Singapore bos, mau kasi masuk satu building.
Hanief: Wah...
Bos: Kasi sign contract. Mesin pun masuk.
Hanief: How's Singapore now ah bos? Okay already?
Bos: You don't have to ask one.
Bos: They are not like us.
Bos: Our country talk a lot. Politic a lot.
Bos: To talk and walk the talk are two different kind of things.
Bos: They work hard. Like me I work hard also.
Bos: You see, people are not interested in your problems.
Bos: People want only the best. Whatever problem you have, take it with you.
Bos: Everybody has their own problems. Job is job.
Bos: Singapore went up first, then followed by Japan.
Bos: Asia is gaining now. You see now US is taking loan from China, Japan dan Taiwan.
Bos: Taiwan pun bagi Amerika duit pinjam loh!
Budak Kelantan: Taiwang?
Bos: Ya, you ingat apa? Taiwan sana dia jual itu wafer chip, satu dunia punya.
Hanief: Ya, IT punya barang.
Hanief: Dulu kabel putus pun dekat Taiwan juga.
Bos: Ya mah.
Bos: Suka tak suka, dalam Asia semua orang mesti dengar cakap itu Lee Kuan Yew.
Hanief: Really ah?
Bos: Ya!
Bos: All the investors tanya mana mau bikin itu kilang mesti mau panggil Lee Kuan Yew minta pendapat. Itu China pun ada panggil Lee Kuan Yew. Very powerful loh dia!
Bos: You tengok semua kilang sekarang labur di Thailand.
Bos: Tengok Nestle, dulu Malaysia. Sekarang Thailand.
Bos: Tengok Wall's aiskrim, dulu Malaysia. Sekarang Thailand. Indonesia pun ada.
Budak Indonesia: Iya?
Bos: Itu Toyota, dulu sikit lagi mau bikin kilang yang terbesar punya di Asia. Dia mau bikin di Malaysia. Tapi lepas itu bincang-bincang last minute, government campur-campur. Cancel.
Bos: Thailand panggil Toyota. Kilang pun dibuat di sana. Honda pun ada sana. Banyak lagi. Itu kilang yang bikin sport rim Proton.
Hanief: Aha?!
Bos: Pun pergi Thailand.
Budak Kelantan: Tapi negara dia bergolakkan? Kucar-kacar dok?
Bos: Mana ada. Itu bawah sana saja. Sempadan itu. Atas semua OK.
Bos: You tau dulu ada satu budak dari Sekinchan bikin itu thumbdrive panggil Pendrive.
Bos: Dia sekolah banyak pandai. Tapi tak ada wang punya pasal. Dia minta sama kerajaan. Tapi tak dapat.
Bos: Lepas itu dia pergi Taiwan. Terus jadi expert. Itu kerajaan panggil dia balik. Dia senyum saja. Dia ada pulang Malaysia derma RM500,000.00 sama dia punya sekolah Cina.
Hanief: Wah...
Bos: You bayangkan, dia umur 30 lebih saja.
Budak Kelantan: Banyak rugilah Malaysia ini macam.
Bos: Itu dulu ada seorang India pun pandai juga. Mau buka kilang di Malaysia. Tapi itu kerajaan suruh dia pergi sana. Lepas itu sana punya orang suruh pergi sini. Lama-lama dia cakap, "Stop!". Thailand sponsor dia. Kilang pun buka sana.
Bos: Kita semua ah, tak boleh lari loh dari itu graf, turun naik punya barang. Mesti ada bagitau sesuatu punya.
Bos: Ini dulu kilang Western Digital dekat sama kita ini, sikit lagi mau tutup loh. Mau pindah Thailand sudah. Tapi tak tau apahal dia masih dekat sini.
Hanief: Ramai orang kerja kilang. Kalau kilang semua lari, gaji pun tak keluar lagi.
Bos: Mesti. Malaysia kena hati-hati, kalau tidak kita semua banyak susah loh.
Bos: Woh. Masa sudah sampai. OK, jom mari kira.







9 comments:
more about 1Malaysia .... politicians screw people money, can blow-up anybody with C4 and delete the immigration data of the victim, whisked away the state assembly speaker elected by the people and too many to list ...
ak cadang korang tgk 'The Arrival'....kt website wakeup project...byk korg bakal dpt...
the BN government are working on it. they are not some bullshit like those pakatan only knows how to talk bullshit without working.. see selangor also we know dy.. see PP, lagi la haprak, only know to lulus tanah only.. haiz..
try to use more appropriate english ok, if you got a broken english....try using your native malay language orait.
to BN supporters - whether u like it or not, the current government is corrupt, rotten to the core. Everyone knows that, even foreign workers know that. What makes it even worse is, even the BN people know that, but they simply dont have a choice. Yes, everyone in this country doesnt have a choice.
aku dok pelik la..dlu kita dok compare ngan korea..ngan singapore..awat la ni kita dok compare ngan indon..ngan thailand..kan jauh dah standard tu..ish3..
http://www.pendrive.com.my/
just how stupid our government is.
full of racism and bureaucracy.
it's a shame that taiwan helped a malaysian to succeed, while his parent country did nothing to help.
this is because our government is controlled by Illuminati...
baru aku tahu mcm maner kerajaan korup mahu campur tangan atas bisnes org lain, mahu tumpang persen juga. bodoh punya kerajaan korup, korang dh takder bisnes tu lah kerja korang nk tumpang bisnes org, bila org dh lari kenegara lain wat bisnes, baru terkial2 nk panggil balik... bangang kerajaan....
Post a Comment